Berawal Salah Kirim Pesan, Asmara Terlarang

                      Berawal Salah Kirim Pesan, Asmara Terlarang 

klik66 - Kejadian ini bermula saat saya bekerja di sebuah perusahaan terkemuka pada 2014 silam. Saat itu saya bekerja sebagai sekertaris junior tetapi setahun kemudian diangkat menjadi sekretaris utama karena yang sebelumnya terdiagnosa kanker dan harus meninggalkan perusahaan.

Bos saya berumur 44 tahun, keturunan Jawa-Sunda, sudah beristri, dan dikaruniai empat orang anak. Ia memiliki citra baik sebagai seorang bos, sangat sopan dan berkarismatik. Sedangkan saya memiliki paras menawan, tubuh proporsional, dan sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan kekasih.

Awalnya, semua berjalan sangat baik dan profesional. Saya selalu menyiapkan apa yang bos butuhkan termasuk mengikuti ke mana pun perjalanan dinasnya. Perlu diketahui, saya dan kekasih sering kali melakukan hal dewasa secara virtual bahkan bertukar foto vulgar

Hubungan saya dengan bos bermula dari ketidaksengajaan saya mengirimkan foto vulgar itu ke Whatsapp-nya. Saat itu belum ada fitur ‘hapus pesan ke semua’, sambil harap-harap cemas akhirnya saya buka kembali aplikasi tersebut dan melihat kalau pesannya sudah bercentang biru. 

Saya mengutuk diri, mencaci kebodohan saya yang tidak bisa melihat kembali nama profil yang akan saya kirimkan foto tersebut. Jantung saya berdegup hingga rasanya mau lari meninggalkan saya, saya merasa lemas seolah semua darah turun ke kaki. Tidak ada yang tersisa. 

klik66 -Saya menghela napas panjang dan mengumpulkan keberanian untuk mengirimkan pesan “maaf salah kirim” balasku seadanya. Tak lama pesan itu pun centang biru yang berarti dia belum menutup profil Whatsapp saya. Dia tidak membalas pesan saya. Saya semakin panik dan tidak tahu harus menaruh muka di mana saat bertemu dengannya besok

Esoknya, saya memutuskan untuk berangkat lebih pagi. Semalaman saya tidak bisa tidur, cemas harus berkata apa saat bertemu dengannya. Terlebih belum lama saya diangkat menjadi sekretaris utama, “bagaimana kalau saya dikeluarkan karena perilaku saya yang kurang baik? Mau ditaruh di mana muka saya?” pikiranku berkecamuk. 

klik66 -Sepertinya wajah saya hari ini tidak karuan, kantung mata saya pastilah hitam karena tidak tidur semalaman suntuk. Selama perjalanan jantung saya berdegup sangat kencang, mungkin jika ada orang yang berdiri di sebelah saya, mereka akan dengar betapa kencang suaranya. 

Sesampainya di parkiran kantor, keringat dingin mulai membasahi kening, perut saya tiba-tiba mulas menahan gugup. Saya memasuki lobi kantor dan bergegas ke ruangan bos, tetapi sebelum itu saya putuskan untuk pergi ke kamar mandi. Melihat bagaimana kondisi wajah saya dan terutama mengumpulkan segala niat juga keberanian untuk meminta maaf atas kebodohan saya

Comments